<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Odecya &#187; Puisi</title>
	<atom:link href="http://www.odecya.com/category/puisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.odecya.com</link>
	<description>Ode &#124; Puisi &#124; Cerpen &#124; Prosa &#124; Lirik &#124; Sajak &#124; Dsb</description>
	<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:58:35 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Cinta Abadi</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/cinta-abadi.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/cinta-abadi.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[cinta abadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.odecya.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya
Sebab itu aku&#8230; mengatakan padamu apa adanya
Tadi pagi&#8230; kusambut hariku dengan sinar cerah mentari
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta<br />
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa<br />
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya<br />
Sebab itu aku&#8230; mengatakan padamu apa adanya</p>
<p>Tadi pagi&#8230; kusambut hariku dengan sinar cerah mentari<br />
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi<br />
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali<br />
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/cinta-abadi.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Engkau</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/engkau.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/engkau.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 15:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Kupilih Engkau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.odecya.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Kupilih engkau&#8230;
Saat gelap masih menyusuri hari
Saat langit tak bermentari
Saat kenangan (masih) menghantui
Kupilih engkau&#8230;
Berjalan bersama merangkai cerita
Berlari bersama raih mimpi dunia
Lalui semua suka dan duka
Kupilih engkau&#8230;
Dari sekedar suka hingga cinta bermuara
Sejak bermuka dua hingga apa adanya
Dulu, kini dan insyaAllah s&#8217;lamanya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kupilih engkau&#8230;<br />
Saat gelap masih menyusuri hari<br />
Saat langit tak bermentari<br />
Saat kenangan (masih) menghantui</p>
<p>Kupilih engkau&#8230;<br />
Berjalan bersama merangkai cerita<br />
Berlari bersama raih mimpi dunia<br />
Lalui semua suka dan duka</p>
<p>Kupilih engkau&#8230;<br />
Dari sekedar suka hingga cinta bermuara<br />
Sejak bermuka dua hingga apa adanya<br />
Dulu, kini dan insyaAllah s&#8217;lamanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/engkau.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meski Tak Puitis</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/meski-tak-puitis.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/meski-tak-puitis.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 11:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.odecya.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya
Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa&#8230;
Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata
Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa
Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata
Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan
Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan
(mungkin) Itu lebih indah bagimu&#8230; bagi kita
Meski tak puitis
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya<br />
Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa&#8230;<br />
Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata<br />
Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa</p>
<p>Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata<br />
Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan<br />
Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan<br />
(mungkin) Itu lebih indah bagimu&#8230; bagi kita</p>
<p>Meski tak puitis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/meski-tak-puitis.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebelum Senja Menutup Mata</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/sebelum-senja.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/sebelum-senja.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 10:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.odecya.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Semoga niat indah itu terwujud di kehidupan setiap orang sebelum kematian menjemputnya. Puisi ini terinspirasi dari hal tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau sempat tak terucap<br />
Di kedalaman hati ada seutas harap<br />
Rapi tersimpan, menanti saat menjelang</p>
<p>Hingga akhirnya kau mengerti<br />
Kan tetap utuh semua janji hati<br />
Hingga akhirnya kau menjadi istri</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/sebelum-senja.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Ini</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/saat-ini.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/saat-ini.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 07:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.odecya.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Puisi ini ditulis oleh Cya pada tanggal 3 Desember 2006 di sebuah blog lama yang kini dipublikasikan ulang di odecya.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku hanya ingin memberimu</p>
<p>Ketulusan tanpa batas</p>
<p>Pengabdian tanpa lelah</p>
<p>Pengorbanan tanpa henti</p>
<p>Kerelaan tanpa putus</p>
<p>Cinta tanpa akhir</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/saat-ini.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Odecya</title>
		<link>http://www.odecya.com/puisi/odecya.htm</link>
		<comments>http://www.odecya.com/puisi/odecya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 05:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>KenzT</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://odecya.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Puisi berjudul Odecya ini pertama kali dipublikasikan di www.anggrekbiru.com sebelum akhirnya ditampilkan juga di Odecya.Com. odecya.com terinspirasi oleh puisi ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku memang tidak pernah memberitahukanmu<br />
Sedang kurajut lagi hatiku, dengan benang cinta darimu<br />
Aku memang tidak ingin engkau tahu<br />
Kelak ku ingin berikanmu satu hati ini utuh</p>
<p>Namun jika kini engkau memutuskan untuk pergi<br />
Sebab sudah cukup lelah engkau menanti<br />
Ceritakan saja, segenap jiwaku akan mengerti<br />
Ku yakin takkan mudah untuk berpaling</p>
<p>Hampir 2 tahun lamanya aku mengabaikanmu<br />
Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu<br />
Hampir 2 tahun lamanya kau ada disisiku<br />
Terdiam, mengerti, menunggu aku mengucap rindu</p>
<p>Untuk semua pengorbanan dan kesabaran<br />
Atas kekhilafan dan lemahnya perasaan<br />
Ku terima jika kini kau coba membuka baru lembaran<br />
Belajar menerima, dan menyusun lagi harapan</p>
<p>Pergilah…berjalanlah…pelajarilah…<br />
Lupakan saja aku, jangan menjadi sepertiku<br />
Usah terbenam masa lalu saat denganku<br />
Berikan untuknya segenap rasa kau mampu</p>
<p>Jangan buat segalanya terlambat<br />
Jangan buat cintamu merasa penat<br />
Jangan buat ia membenciku karna rasamu<br />
Jangan buat aku menyakitinya hanya karnamu</p>
<p>Cinta tidak egois Cya…<br />
Sebab aku pernah, maka aku tahu<br />
Belajarlah utuh menerima adanya<br />
Perlahan berkurang s’mua artiku</p>
<p>Usah berpikir aku Cya…<br />
Sebab aku sudah, berbuat satu salah<br />
Aku tahu engkau pasti bisa<br />
Satu langkah ini harus membuat baik hidupmu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.odecya.com/puisi/odecya.htm/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
