Posted on 20 November 2008
Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya
Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya
Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
Posted on 18 September 2008
Kupilih engkau…
Saat gelap masih menyusuri hari
Saat langit tak bermentari
Saat kenangan (masih) menghantui
Kupilih engkau…
Berjalan bersama merangkai cerita
Berlari bersama raih mimpi dunia
Lalui semua suka dan duka
Kupilih engkau…
Dari sekedar suka hingga cinta bermuara
Sejak bermuka dua hingga apa adanya
Dulu, kini dan insyaAllah s’lamanya
Posted on 14 September 2008
Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya
Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa…
Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata
Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa
Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata
Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan
Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan
(mungkin) Itu lebih indah bagimu… bagi kita
Meski tak puitis
Posted on 25 July 2008
Walau sempat tak terucap
Di kedalaman hati ada seutas harap
Rapi tersimpan, menanti saat menjelang
Hingga akhirnya kau mengerti
Kan tetap utuh semua janji hati
Hingga akhirnya kau menjadi istri
Posted on 15 July 2008
Aku hanya ingin memberimu
Ketulusan tanpa batas
Pengabdian tanpa lelah
Pengorbanan tanpa henti
Kerelaan tanpa putus
Cinta tanpa akhir
Posted on 15 July 2008
Aku memang tidak pernah memberitahukanmu
Sedang kurajut lagi hatiku, dengan benang cinta darimu
Aku memang tidak ingin engkau tahu
Kelak ku ingin berikanmu satu hati ini utuh
Namun jika kini engkau memutuskan untuk pergi
Sebab sudah cukup lelah engkau menanti
Ceritakan saja, segenap jiwaku akan mengerti
Ku yakin takkan mudah untuk berpaling
Hampir 2 tahun lamanya aku mengabaikanmu
Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu
Hampir 2 tahun lamanya kau ada disisiku
Terdiam, mengerti, menunggu aku mengucap rindu
Untuk semua pengorbanan dan kesabaran
Atas kekhilafan dan lemahnya perasaan
Ku terima jika kini kau coba membuka baru lembaran
Belajar menerima, dan menyusun lagi harapan
Pergilah…berjalanlah…pelajarilah…
Lupakan saja aku, jangan menjadi sepertiku
Usah terbenam masa lalu saat denganku
Berikan untuknya segenap rasa kau mampu
Jangan buat segalanya terlambat
Jangan buat cintamu merasa penat
Jangan buat ia membenciku karna rasamu
Jangan buat aku menyakitinya hanya karnamu
Cinta tidak egois Cya…
Sebab aku pernah, maka aku tahu
Belajarlah utuh menerima adanya
Perlahan berkurang s’mua artiku
Usah berpikir aku Cya…
Sebab aku sudah, berbuat satu salah
Aku tahu engkau pasti bisa
Satu langkah ini harus membuat baik hidupmu