Archive | Puisi

Tags: cinta abadi

Cinta Abadi


Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta
Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa
Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya
Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya

Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari
Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi
Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali
Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini

Posted in Featured, PuisiComments (46)

Tags: Kupilih Engkau

Engkau


Kupilih engkau…
Saat gelap masih menyusuri hari
Saat langit tak bermentari
Saat kenangan (masih) menghantui

Kupilih engkau…
Berjalan bersama merangkai cerita
Berlari bersama raih mimpi dunia
Lalui semua suka dan duka

Kupilih engkau…
Dari sekedar suka hingga cinta bermuara
Sejak bermuka dua hingga apa adanya
Dulu, kini dan insyaAllah s’lamanya

Posted in PuisiComments (15)

Meski Tak Puitis


Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya
Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa…
Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata
Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa

Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata
Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan
Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan
(mungkin) Itu lebih indah bagimu… bagi kita

Meski tak puitis

Posted in Featured, PuisiComments (31)

Sebelum Senja Menutup Mata


Walau sempat tak terucap
Di kedalaman hati ada seutas harap
Rapi tersimpan, menanti saat menjelang

Hingga akhirnya kau mengerti
Kan tetap utuh semua janji hati
Hingga akhirnya kau menjadi istri

Posted in Featured, PuisiComments (13)

Tags: Puisi

Saat Ini


Aku hanya ingin memberimu

Ketulusan tanpa batas

Pengabdian tanpa lelah

Pengorbanan tanpa henti

Kerelaan tanpa putus

Cinta tanpa akhir

Posted in Featured, PuisiComments (12)

Tags: Puisi

Odecya


Aku memang tidak pernah memberitahukanmu
Sedang kurajut lagi hatiku, dengan benang cinta darimu
Aku memang tidak ingin engkau tahu
Kelak ku ingin berikanmu satu hati ini utuh

Namun jika kini engkau memutuskan untuk pergi
Sebab sudah cukup lelah engkau menanti
Ceritakan saja, segenap jiwaku akan mengerti
Ku yakin takkan mudah untuk berpaling

Hampir 2 tahun lamanya aku mengabaikanmu
Terbenam dalam kubangan kenangan masa lalu
Hampir 2 tahun lamanya kau ada disisiku
Terdiam, mengerti, menunggu aku mengucap rindu

Untuk semua pengorbanan dan kesabaran
Atas kekhilafan dan lemahnya perasaan
Ku terima jika kini kau coba membuka baru lembaran
Belajar menerima, dan menyusun lagi harapan

Pergilah…berjalanlah…pelajarilah…
Lupakan saja aku, jangan menjadi sepertiku
Usah terbenam masa lalu saat denganku
Berikan untuknya segenap rasa kau mampu

Jangan buat segalanya terlambat
Jangan buat cintamu merasa penat
Jangan buat ia membenciku karna rasamu
Jangan buat aku menyakitinya hanya karnamu

Cinta tidak egois Cya…
Sebab aku pernah, maka aku tahu
Belajarlah utuh menerima adanya
Perlahan berkurang s’mua artiku

Usah berpikir aku Cya…
Sebab aku sudah, berbuat satu salah
Aku tahu engkau pasti bisa
Satu langkah ini harus membuat baik hidupmu

Posted in PuisiComments (14)