Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
Kupilih engkau… Saat gelap masih menyusuri hari Saat langit tak bermentari Saat kenangan (masih) menghantui Kupilih engkau… Berjalan bersama merangkai cerita Berlari bersama raih mimpi dunia Lalui semua suka dan duka Kupilih engkau… Dari sekedar suka hingga cinta bermuara Sejak bermuka dua hingga apa adanya Dulu, kini dan insyaAllah s’lamanya
Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa… Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan (mungkin) Itu lebih indah bagimu… bagi kita Meski tak puitis
Semoga niat indah itu terwujud di kehidupan setiap orang sebelum kematian menjemputnya. Puisi ini terinspirasi dari hal tersebut.
20 November 2008
Kemarin, sengaja kubisikkan padamu kalimat penuh cinta Kuharap itu mendengung abadi sepanjang masa Di dalam raga dan jiwamu, tanpa kau menyadarinya Sebab itu aku… mengatakan padamu apa adanya Tadi pagi… kusambut hariku dengan sinar cerah mentari Kutitipkan harap pada embun yang membasahi bumi Agar cinta kita berdua ini kekal abadi, tak terkecuali Hingga bumi tak lagi bermentari, hingga hitam menjemput raga ini
18 September 2008
Kupilih engkau… Saat gelap masih menyusuri hari Saat langit tak bermentari Saat kenangan (masih) menghantui Kupilih engkau… Berjalan bersama merangkai cerita Berlari bersama raih mimpi dunia Lalui semua suka dan duka Kupilih engkau… Dari sekedar suka hingga cinta bermuara Sejak bermuka dua hingga apa adanya Dulu, kini dan insyaAllah s’lamanya
14 September 2008
Ku tak pernah ingin mempuitiskan semuanya Melebihi apa yang kurasa, ku tak biasa… Ku tak ingin mempesonamu lewat tumpukan kata Belum tentu kau temukan makna, lalu kau lupa Lebih baik ku mencintaimu saja, tanpa kata-kata Melangkahkan kakiku terus di jalan kesetiaan Tulus mencintaimu tanpa banyak permintaan (mungkin) Itu lebih indah bagimu… bagi kita Meski tak puitis
25 July 2008
Semoga niat indah itu terwujud di kehidupan setiap orang sebelum kematian menjemputnya. Puisi ini terinspirasi dari hal tersebut.
15 July 2008
Judul lengkap tulisan ini adalah Tentang Seseorang Yang Singgah di Hatiku. Ditulis oleh Cya.
15 July 2008
Renungan berjudul Cinta Itu Anugerah ini ditulis oleh Cya pada tahun 2006. Publikasi ulang di odecya.com
15 July 2008
21 Hal Untuk Direnungkan oleh siapa aja yang sedang menikmati indahnya cinta. Ditulis oleh Cya.
15 July 2008
Puisi ini ditulis oleh Cya pada tanggal 3 Desember 2006 di sebuah blog lama yang kini dipublikasikan ulang di odecya.com
15 July 2008
Lirik lagu Afgan - Terima Kasih Cinta ini merupakan salah satu lagu yang pas banget atas apa yang udah terjadi diantara kisah Resya
15 July 2008
Puisi berjudul Odecya ini pertama kali dipublikasikan di www.anggrekbiru.com sebelum akhirnya ditampilkan juga di Odecya.Com. odecya.com terinspirasi oleh puisi ini.
